Selasa, 23 Agustus 2011

PKP


BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Bekalang Masalah

Matematika merupakan pelajaran yang diajarkan dari tingkat Pendidikan Dasar sampai Pendidikan Menengah. Sering kali pelajaran matematika menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Terkadang siswa jemu dengan hitung-hitungan, ditambah lagi dengan berbagai perangai guru matematika yang dilihat siswa. Dari paragidma tadi, upaya guru dalam menjadikan pelajaran matematika yang disukai oleh siswa, dan kehadiran guru yang dirindukan serta dinanti-nantikan oleh siswa karena pembelajaran yang disampaikan oleh guru membuat siswa menjadi senang dan mengasyikan.

Untuk mencapai pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa memang tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Kreativitas guru dalam mengemas pembelajaran serta penggunaan metode yang tepat sangat dibutuhkan. Metode diskusi kelompok salah satunya cara yang dapat digunakan dalam memecahkan permasalahan kesulitan belajar siswa. Melaui metode diskusi kelompok ini diharapkan siswa dapat menerapkan konsep penjumlahan berulang dan pengurangan berulang, sekaligus menghilangkan ketakutan-ketakutan siswa dengan pelajaran matematika, sehingga pelajaran matematika menjadi lebih bermakna.

Berbagai teknik pembelajaran, baik itu metode, pendekatan, maupun tata cara atau aturan dalam pembelajaran banyak dirancang untuk menghasilkan transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa yang lebih optimal. Terkhusus Metode Pembelajaran Aktif Kretif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), di mana Hakikat pembelajaran sebenarnya adalah memberi rasa nyaman dan betah siswa (anak didik) dalam menerima pelajaran.

Pembelajaran yang menyenangkan ,selain mempengaruhi emosional siswa secara signifikan peranan guru dalam pembelajaran sangat berarti agar proses belajar mengajar menjadi lebih bernilai dan bermakna. Pelaksanaan KBM yang dilaksanakan dalam kelas diskusi membutuhkan keterampilan guru dalam mengelola kelas serta persiapan awal diskusi kelas, atau kelompok dapat berjalan sebagaimana mestinya. Melalui diskusi kelompok kesulitan siswa dalam mempelajari matematika dapat terbantukan, sehingga anggapan yang sulit tentang pelajaran matematika yang dihadapi siswa teratasi dan menunjukkan hasil yang positif.

Peranan guru dan orangtua dalam menghadapi kesulitan belajar anak dapat diidentifikasi sedini mungkin, sehingga apa yang menjadi harapan guru dan orangtua dalam proses belajar siswa dapat teratasi. Hamilton,et al, (dalam Wikipedia : 1981 ) “Kesulitan belajar adalah beragam bentuk kesulitan nyata dalam aktivitas mendengarkan , bercakap-cakap,membaca, menulis, menalar, dan berhitung”. Artinya kesulitan belajar siswa banyak hal yang mempengaruhinya, seperti yang dijelaskan oleh Dalyono. Bahwa kesulitan belajar merupakan suatu keadaan yang menyebabkan siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya.

Berangkat dari permasalahan di atas, mengapa penelitian perbaikan ini dilakukan? Antara lain adalah ingin mengetahui efektifitas belajar kelompok dengan menggunakan lembar kerja dan soal latihan, ingin mengetahui prestasi belajar siswa tentang bilangan dengan metode diskusi, dan sebagai tugas akhir program dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari 3 ( tiga ) siklus diawali dengan kegiatan pra siklus. Pada saat melakukan penelitian penulis didampingi oleh kepala sekolah sebagai supervisor, dan seorang guru sebagai pengamat .

Latar  belakang masalah pembelajaran di atas , diidentifikasi antara lain.
1.      Siswa kurang  memperhatikan penjelasan guru dalam menggunakana alat peraga sederhana dalam pelajaran matematika
2.      Kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran matematika dengan menggunakan metode diskusi
3.      Kurangnya variasi penggunaan metode pembelajaran yang digunakan guru, sehingga siswa pasif.
4.      Penggunaan metode yang baru  membuat siswa terasa aneh , pada akhirnya metode yang digunakan tidak berjalan sebagaimana mestinya
Dari identifikasi masalah di atas, penulis dengan bantuan supervisor 2 melakukan analisis. Adapun analisis yang penulis lakukann adalah:
1.        Guru perlu menggunakan alat peraga dalam pembelajaran matematika tentang bilangan.
2.        Mengaktifkan siswa dalam metode diskusi kelompok dalam pembelajaran matematika tentang bilangan
3.        Guru perlu meningkatkan interaksi dengan siswa agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
4.        Menggunakan media dan metode yang sesuai dalam pelajaran matematika tentang materi bilangan.

B.            Rumusan Masalah

Berdasarkan analisis masalah yang penulis rumuskan, maka rumusan masalahnya adalah “Bagaimana meningkatkan Prestasi Siswa SDN Cilenggang 2 Kelas IV Tahun Pelajaran Tentang Bilangan Melalui Diskusi Kelompok dan Penggunaan Alat Peraga yang sesuai?”

C.           Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Perbaikan pembelajaran yang dilakukan ini bertujuan :
1.      Meningkatkan efektivitas penggunaan alat peraga tentang bilangan dalam pelajaran matematika.
2.      Meningkatkan aktivitas siswa dalam diskusi kelompok tentang materi bilangan
3.      Meningkatkan terjadinya interaksi dalam pembelajaran matematika.

D.           Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Penelitian perbaikan pembelajaran ini mempunyai manfaat,yakni:
Manfaat Bagi Siswa.
1.             Meningkatkan minat siswa dalam pelajaran matematika tentang materi bilangan.
2.             Meningkatkan prestasi siswa dalam pelajaran matematika.
3.             Meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan soal matematika dan pemecahannya.
4.             Siswa memiliki pengetahuan tentang diskusi dan kerjasama dalam kelompok belajar.
          Manfaat Bagi Guru
1.             Meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran matematika.
2.             Selalu berinovasi dan menambah wawasan terhadap apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.
3.             Meningkatkan keterampilan menulis dalam  membuat karya tulis ilmiah
4.             Meningkatkan jenjang karir bagi guru.
Manfaat Bagi Sekolah
1.             Meningkatkan kepercayaan masyarakat, karena prestasi sekolah menjadi lebih baik
2.             Sekolah memiliki kredibelitas tinggi terhadap hasil pendidikan.
3.             Menjadikan contoh terhadap sekolah lain yang berada di sekitarnya.
4.             Mutu sekolah menjadi lebih baik dengan adanya kepala sekolah dan guru yang selalu melakukan perbaikan pembelajaran pada sekolahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar