Selasa, 23 Agustus 2011

LANJUTAN BAB 2 PKP (3)


Dengan demikian, apa pun yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran, bahwa kesiapan mental anak dalam menerima pelajaran sangat berpengaruh. Keberhasilan dan kegagalan anak dalam menerima pelajaran menjadi pilihan rangsang otak yang dipengaruhi oleh factor-faktor dari dalam dan luar diri anak, sehingga kegiatan pembelajaran menyenangkan sepatutnya menjadi bahan yang penting dan perlu untuk diterapkan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Sebuah pengalaman pribadi seperti yang pernah diungkapkan oleh. Marlene R Tanudjaya,.dalam buku. Aku Cerdas Karena Tidak Bisa Matematika. (2011:xiv)yang memandang bahwa ukuran utama kecerdasan manusia hanya terletak pada kemampuan logikanya mengolah angka…Tingkat dan kadar kecerdasan manusia sangat bervariasi sehingga tidak dapat distandarisasi dalam wujud kompetensi matematis saja
Dari ungkapan hati tersebut dapat kita pahami bahwa peran dan perhatian sekolah,guru,dan orangtua harus bijaksana melihat setiap kelebihan dan kekurangan siswa, sehingga apa yang menjadi harapan anak-anak dalam jenjang belajar menjadi harapan kita semua.

A.           Pengertian Alat Peraga

Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002 :59 ).Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat Bantu atau alat peraga
memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.
Jenis-jenis alat peraga.
Adapun beberapa contoh alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajar antara lain:
a.              Gambar
b.             Peta
c.              Papan tulis.
d.             Wayang/ boneka
e.              Boks pasir
f.              Clays
g.             Kartu angka
h.             Domino
i.               Dadu
j.               Klip kertas
k.             Paku payung
l.               Dan sebagainya

Sekarang ini banyak alat peraga yang banyak beredar dipasaran yang terbuat dari bahan pengganti, seperti plastik. Selain itu juga alat peraga dapat dibuat oleh guru dan siswa dalam pembelajaran.Adapun alat peraga yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan alat peraga kartu angka dan klip kertas yang digunakan dengan alasan mudah didapatkan, ringan, dapat dibuat siswa, dan murah meriah.

Kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga

 Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam pengajaran yaitu:
Kelebihan penggunaan alat peraga yaitu: 
Ø    Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik
Ø    Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya
Ø    Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan 
Ø    Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.
Kekurangan alat peraga yaitu: 
1.             Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntut guru.
2.             Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan 
3.             Perlu kesediaan berkorban secara materiil
Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran alat peraga itu, antara lain terlalu menekankan bahan-bahan peraganya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan itu. Kelemahan lain adalah alat peraga dipandang sebagai “alat Bantu “ semata-mata bagi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat peraga tersebut diabaikan. Disamping itu terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audiovisual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar.

Alat peraga yang digunakan hendaknya memiliki karakteristik tertentu. Ruseffendi (dalam darhim,19986:14 ) menyatakan bahwa alat peraga yang di gunakan harus memiliki sifat sebagai berikut:
1.           Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat ).
2.           Bentuk dan warnanya menarik.
3.           Sederhana dan mudah menggunakannya
4.           Ukurannya sesuai (seimbang )dengan ukuran fisik anak.
5.           Dapat mengajikan konsep matematika (tidak mempersulit pemahaman)
6.           Sesuai dengan konsep pembelajaran.
7.           Menumbuhkan konsep abstrak
8.           Memperjelas konsep (tidak mempersulit pemahaman )
9.           Serba guna/ multi fungsi
10.       Dapat digunakan pada pelajaran lain.
11.       Tidak terbuat dari bahan yang membahayakan bagi penggunanya.
Adapun tujuan dari alat peraga untuk:
1.         Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas.
2.         Mengembangkan sikap yang dikehendaki.
3.         Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut.
4.         Meningkatkan kreativitas guru dan siswa.

Proses pembelajaran dengan menggunakan bantuan alat peraga tidak selamanya dapat membuahkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan digunakannya alat peraga justru bukannya membantu memperjelas konsep, akan tetapi sebaliknya misalnya membuat siswa menjadi bingung.
Alat peraga yang penulis gunakan dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini berupa “ Kartu Angka dan Klip Kertas. Dalam kegiatan pembelajaran guru hanya menyiapkan kartu yang terbuat dari kertas ukuran 10 cm x 10 cm dengan warna-warni menarik. Sedangkan klip kertas digunakan untuk operasinal bilangan yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Contoh alat peraga yang penulis gunakan dalam perbaikan pembelajaran.
      
Kertas warna-warni ( dok. Pribadi)                                     klip kertas besar ( dok. Pribadi)

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa alat adalah merupakan salah satu komponen dalam sumber belajar, sekaligus merupakan salah satu bentuk pemecahan belajar menurut teknologi penididkan, dengan melalui suatu perancangan yang sistematis. Hubungan antara alat dan teknologi pendidikan ini ditegaskan lagi oleh Yusuf hadi miarso, dkk bahwa membicarakan media tentu saja tak dapat terlepas dari membicarakan.  Alat Peraga( apa yang diperagakan )



A.           Pengertian Prestasi

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne dalam internet ( 1985: 40 ) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi 5 aspek,yaitu kemampuan intelektual,strategi kognitif,informasi verbal,sikap, dan keterampilan. Prestasi merupakan kecakapan atau hasil konkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu,. Berdasarkan pendapat tersebut prestasi dalam penelitian yang dilakukan seseorang.

Sebagai contoh , siswa dikatakan berprestasi jika kemampuan intelektualnya menunjukkan kemajuan positif pada mata pelajaran tertentu, misalnya.    Anita siswa kelas 5 SD Cilenggang 2 selalu memperoleh nilai terbaik di kelasnya., Anita kemudian mendapat penghargaan dari kepala sekolahnya. Seorang pelari mempunyai prestasi pada bidang olah raga tersebut, sehingga ia meraih gelar sebagai pelari tercepat pada saat lomba. Sedangkan yang dimaksud prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam belajar yang diukur dengan alat evaluasi dan sebagainya.

Penilaian atau evaluasi adalah kegiatan untuk mengetahui apakah sustu program telah berhasil dan efesien atau tidak. Hasil penilaian digunakan sebagai tolak ukur pengambilan kebijakan atau pertangungjawaban. Ada empat istilah yang erta hubungannya dengan pengukuran. Safari ( 2003:5),yaitu:
1.             Pengukuran . pengukuran adalah sutu kegiatan mendapatkan informasi / data secara kuantitatif.
2.             Tes. Merupakan alat ukur ,instrument ,atau  prosedur pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kemajuan siswa.”dapat berupa pertanyaan dan ,atau tugas atau seperangkat yang direncanakan”.Zainul (2005:1.3)
3.             Penilaian. Suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrument tes maupun non-tes. Zainul (2005:1.5). penilaian dilakukan untuk mengetahui mutu ,dengan kata lain baik atau tidak.
4.             Pengambil keputusan/ kebijakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar