Kamis, 09 Februari 2012

MASIH MEMILIKI 1 CINTA


By. soleman"2011

Kau ...Masih terlalu muda....
Bicara tentang cinta...
Terlalu muda untuk menderita....
Terlalu muda untuk sengsara...
Terlalu muda untuk disakiti....
Terlalu muda untuk dikhianati....

 Kau ...Masih terlalu muda....
Mengetahui isi dunia
Terlalu muda tahu tentang korupsi...
Terlalu muda untuk tingggal dipenjara...
Terlalu muda untuk mati....
Terlalu muda untuk berbuat dosa....

Kau ...Masih terlalu muda....
Masih begitu suci....
Masih begitu polos....
Masih terlalu lugu....


Harusnya kau sadari...
bahwa jalanmu masih terlalu panjang....
untuk menjelajahi isi dunia...
Raih kesempatanmu....
Karena ia tak datang dua kali....


Harusnya kau bicara....
penuh dengan ceria...
penuh tawa dan canda....
bukan kau sakiti jiwa ragamu...
dengan ribuan kebohongan dunia....

KAU MASIH TERLALU MUDA.....


TARZAN & JANE
SOLEMAN  Guru di Serpong


Rombongan pemburu dan pencari harta karun menyusuri hutan belantara . Seorang gadis cantik berada diantara mereka. Jane begitu panggilan untuk anak gadis setengah baya itu . Ia memang selalu ikut serta berburu bersama Ayahnya yang seorang pemburu.
Tiba-tiba rombongan pemburu tersebut terhenti,dikejutkan oleh suara dari balik semak-semak,dengan senapan yang siap mengarah kesumber suara. Tapi alangkah kagetnya mereka ,ketika yang nampak hanya seekor monyet kecil sambil garuk-garuk kepala.”Ah, dasar monyet sialan bikin kaget orang saja!” Kata orang yang berkulit hitam pekat. “ Tapi alangkah kaget tak terkiranya ,karena monyet kecil itu ternyata memanggil rombongan Gorilla dengan bahasa permonyetan yang tak dipahami para pemburu itu. Para pemburu lari pontang-panting menyelamatkan diri karena takut dimakan oleh Gorila penguasa hutan.
Rombongan pemburu lari kocar-kacir. Masing-masing menyelematkan dirinya. Jane terpisah dari rombongan dan Ayahnya. Dia terus berlari walau kakinya terasa berat dan kehausan. Jane tak sadar tergolek di bawah pohon besar di hutan tersebut. Tak disadari sepasang mata memperhatikan gadis cantik tersebut. Mahluk aneh itu keluar dan mendekati Jane yang tak sadarkan diri. Mahluk yang hampir mirip dengan gorila yang mengejar-ngejar para pemburu. Mahluk aneh tersebut terus mendekati Jane. Suara aneh keluar dari mahluk setengah kera tersebut. Jane kaget bukan kepalang ketika ia sadar dari pingsannya.
Inilah awal ceritanya. Terjadilah dialog aneh dan tingkah lucu sang mahluk aneh tersebut yang mengatasnamakan Sang raja Rimba alias Tarzan. Begitulah perkenalan Jane dan Tarzan . Jane yang lapar meminta makanan karena ia lapar dan haus. Tarzan mau mengambilkan makanan untuk Jane tapi dengan syarat. Akhirnya Jane menyetujui syarat yang diajukan Tarzan. Apakah syarat yang diajukan oleh Tarzan kepada Jane? Jane mengira bahwa ia akan dijadikan sandera oleh mahluk setengah monyet yang mengaku Tarzan ini. Ternyata perkiraan Jane tak ada yang tepat. Apakah kira-kira pembaca yang menjadi syarat yang diminta oleh Tarzan? Ternyata Tarzan adalah manusia yang sudah lama tersesat di hutan dan ingin pulang juga ,karena ia juga memang tidak tahu jalan keluar dari hutan tersebut !. he...he...he...he....
Jane pun melarikan diri dan meninggalkan Tarzan dan tak memperdulikannya. 
Tarzan menagis sambil merengek - rengek tak ada yang peduli ....Wou..ouu   uuuu.....hu...hu.... Tarzan menangis ............kaciaen dech Lhooo...
(“jadi monyet deh gue jika kelamaan di sini. “ pikirnya dalam hati sambil tetap meraung-raung menangisi diri.)( Resta Fauzie )


Mohon maaf , jika ini mengganggu Anda.........
Orang tua . Tak pernah terlintas di benak mereka berdua untuk memasukan anaknya pada sebuah sekolah yang berlabel SPG. Apalagi , dengan kondisi ekonomi keluargaku dan sepuluh orang saudara-saudaraku, apalagi pilihan Jakarta yang tak pernah terlintas sedikit pun. 3 Tahun . Kujalani ,terasa begitu singkat, tetapi ada hal yang terasa begitu panjang dan lama, saat ujian itu datang menjelang kenaikan kelas 2. Motivator tercintaku meninggalkan diriku untuk selamanya. Beliaulah lentera dalam hidupku, di mana aku mengenal seluruh pengabdianku, yang dalam al-hadist disebut 3 kali oleh Nabi-Ku.
Susah payah itu, terlalu panjang kujalani.Ia banyak mengajarkanku tentang arti sebuah perjuangan yang tak sanggup kuceritakan pada lembaran ini, biarlah bersemayam dalam dadaku. Mungkin kemudahan itulah yang menjadikan mereka lupa akan makna sebuah perjuangan, yang pada akhirnya meninggalkan jati diri kita sendiri memaknai tugas kita sebenarnya sebagai ummat-Nya.

Mencoba memaknai arti sebuah hidup memang terkadang membuat kita bagaikan di antara dua pilihan, sadar atau tidak akan keputusan itu menentukan hitam -putihnya sebuah pilihan seperti sebuah ilustrasi " Parkit Mangga".Ku coba tulis berangkai, semoga berguna buat siswa-siswa ku tercinta , berharap agar mereka memaknai arti kata memberi yang di dalamny terdapat keindahan tak terhingga.

Kini. 25 tahun lebih berlalu, begitu banyak suka dan duka yang terlintas dan menghias setiap sudut perjalananku. Ingin rasanya melintasi kerikil-kerikil , namun tak kuasa , yang pada akhirnya terjerembab karena berpegang pada ranting-ranting lapuk. Pohon yang berdahan dan berakar yang menjalar pada tanah yang tertindas bak petani yang hampa di ladangnya. Parkit tak lagi dapat sedikit pun menikmati ceceran padi-padi sisa. Angin pun tak kuasa menerpa dahan . Terkadang berbisik pada lagu-lagu sumbang para pelanduk, hingga daun yang kering jatuh yang akhirnya lapuk pula. 

Burung-burung itu masih saja terus bertelur , entah sampai kapan?. Parkit itu masih terus membuat sarang. Terkadang angin mencampakkannya, dengan terlantarnya , anak-anaknya yang masih merah. Terkadang mati dan dikerumuni semut-semut yang dengan rakusnya menikmati bangkai parkit muda.Sepintas tak berarti, kehidupan di dahan pohon tua itu. masih tetap kokoh entah sampai kapan?

Burung parkit itu mungkin sudah puluhan ekor menjadi tua dan mati, mungkin terbang entah ke mana rimbanya. Burung yang bebas menghinggapi pencarian dirinya, yang bebas mengarungi jagat raya untuk melihat isinya cakrawala. Aku pun ingin terbang bebas melihat cakrawala dunia ku, mengukir pelangi-pelangi dengan warna-warninya sehingga langit pun tak lagi mendung dengan tangisan hujan yang kadang menjadi gerimis air mata, karena halilintar yang mengelegar penuh amarah. Akhirnya , pohon itu pun tumbang diterjang angin, atau mungkin karena lapuk. Burung-burung parkit pun tak lagi membuat sarang, semut pun kelaparan karena tak adalagi bangkai yang dapat di makan...tragis!.
<photo id="1" />


TO 3 ANAK KU
Bulir-bulir air mata kebahagian itu tak terasa membasahi pipi yang mulai penuh dengan kerut. Tak terasa pula usia perjalanan ini jauh meninggalkan masa lalu. Saat sulit , penuh daya , asa, dan harap. Malam ini ku ingat lagi masa itu. Masa bersama Ibuku tentang mimpi-mimpi indahnya. Tentang harap dan asanya. Mimpi yang tak pernah sampai dalam hidupku, kini berpindah dan menjadi nyata. Sangat nyata dan jelas pada putri sulungku. Dia telah membawa aliran mimpi dan asa dari nenek tercintanya. Dia telah menunaikan mimpi indah yang menjadi angan-angan Ibuku.

Bulir air mata itu kini menjadi genangan kebahagian. Saat dirinya begitu leluasanya menerawang mimpi neneknya, yang tekadang aku pun tak mengerti , entah dia tahu dari siapa tentang ASRI YOGYA ? Sekolah pun beliau tidak pernah!...Mimpi ku tentang IKIP , walau aku cuma sampai Salemba... 

Anak2ku sayang....
Bawalah mimpi dan asa sang nenek tercinta mu, walau pun kau tak pernah tau raut wajahnya, tapi kenalilah semangat dan mimpinya yang telah mendekati nyata

KITA BEDA
salah dan berdosakah , jika kita mengasihi sesama manusia. apakah kalian merasa rugi dan terhina,jika kita bisa memberikan dan meringankan beban sesama sebagai bagian dari jati diri manusia sebagai makhluk sosial. apakah salah , jika saat tangan kanan ini memberi tangan kiri ini tak boleh tau? lalu mengapa piciknya pandangan manusia yang hanya suka melihat dengan sudut pandang yang naif dan dangkal. 

selayaknya aku menyanyangi siapa pun , tanpa mengenal asal usul mereka. apakah dia hitam , putih, coklat?. apakah dia yahudi atau nasrani?. apakah dia sipit , kaya , atau miskin?. aqu bukan type yang demikian itu. 

aqu akan menyanyangi siapa pun yang menyanyangiku sebagai manusia, dan itu tak lebih!. jangan lalu salh artikan dengan sudut pandang picik dan dangkal. 

aqu menyanyangi anak2ku
aqu menyanyangi murid2ku
aqu menyanyangi orang2 yang menjadi teman, sahabat, dan siapapun yang dekat dengan ku.

rasa sayangku kepada anak2ku mungkin saja berbeda dengan siapa pun, itu hanya masalah perspektif kita melihatnya. memberi dan menerima bisa berbagai cara, sebatas kita memahaminya.

rasa sayangku kepada murid2ku, mungkin saja jauh sangat berbeda dengan anda dan siapa pun. mungkin saja itu karena sudut pandang dan cara kita yang berbeda, tapi pada akhirnya sama.

rasa syangku akan tetap bersemayam pada dasar hatiku, sebagaimana saudara-saudaraku mengajarkan kepadaku, tetanggaku, kerabatku....karena aku banyak belajar dari mereka. dan aku telah dapat hikmah dari arti memberi dan menerima. itulah mungkin pelajaran inti dari rasa sayang sebagai bagian hidup kita. 

dan hari ini ku berikan pada mereka janganlah kau tunggu waktu dan siapa pun untuk melakukan hal yang terbaik, dan kalau memang itu baik.

adam dan hawa jelas berbeda. siang dan malam. langit dan bumi.laki-laki dan perempuan.dan masih banyak lagi perbedaan lain yang ada di muka bumi ini.

ada yang cantik dengan segala kelembutan hatinya.ada yang cantik dengan segala macam pernak-perniknya. ada yang cantik cuma sebagai balutan kamuflase dan tipu dayanya. ada yang cantik dengan apa adanya.

ada yang cantik hatinya, biasanya hanya segelintir yang memilikinya. kecantikan ini tak memandang pada sisi dunianya. ia hadir pada sosok manusia 2 pilihan.

ada yang macho bak rambo dan bintang holywood. gagah dan perlente. dengan balutan gaya masa kini.
ada yang ganteng dan klimis dengan berbagai macam tifikal dan karakternya.ada yang mirip arjuna dan bak para kyai dan sebagainya.

yang jelas aku berbeda dengan anda!
jika memang perbedaan itu menjadikan manusia menjadi unik dan menarik. kenapa terkadang perbedaan menjadikan kita menjadi sombong dan angkuh. haruskah kita selalu memilah dan memilih karena perbedaan. sungguh naif kiranya. haruskah karena perbedaan kasta kita tersingkirkan . haruskah karena jabatan kita lalu membedaakan derajat seseorang. haruskah karena kekerabatan lalu kita menyingkirkan yang lain. 

perbedaan akan menjadi terasa indah , jika kita memahaminya.
cobalah lihat ciptaan-Nya. hamparan sawah yang menguning dengan sisi gunung dan semak-semak, serta sungai yang mengalir, perbedaan yang sangat indah.
lihatlah jurang yang curam, serta tebing yang landai dengan lembah yang di bawanya terhampar kelokakan-kelokan sungai dan air terjun. semuanya berbeda dan menjadi indah. 

tak tebayangkan olehku jika di dunia ini sama semua?
yang jelas aku berbeda!
berbeda segala-galanya!

SUDUT RUANG
Dunia pendidikan terus menerus melakukan inovasi dengan kucuran dana yang tak terkira besarnya. Penghargaan yang begitu tinggi terhadap guru dengan meningkatkan kesejahteraannya. Perbaikan sarana dan prasarana terus dilakukan oleh pihak pemerintah pusat dan daerah. Peningkatan mutu dengan berbagai langkah-langkah baik yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun dinas terkait walau belum menghasilkan secara signifikan. Perlu dan penting sekiranya pengambil kebijakan melihat kembali proses kinerja secara berkesinambungan dan bertahap sebagai gambaran nyata ke arah yang lebih baik. Kerjasama baik pihak sekolah, masyarakat sangatlah penting ditindak lanjuti sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan. Jawabannya apakah sekolah-sekolah menjalin kinerja seperti itu? Kerjasama dalam peningkatan mutu berbasis MBS dan PAKEM yang telah disosialisasikan belum menemukan titik temu dan berarti. 

MBS hanya berupa laporan yang sangat meragukan, kenapa tidak? hal ini terkait dengan berita yang belum lama ini kita dengar dan saksikan, baik yang disampaikan oleh Bapak Presiden mau pun para pembantunya. Kapankah sekiranya hati kita memaknai pengertian dari MBS, jika kita sendiri terkekang oleh aturan-aturan yang tidak jelas yang membuat langkah maju dunia pendidikan kita tanpa hasil, faktanya sangat menyesatkan.

Lalu. PAKEM sebagai bagian manifestasi di lapangan yang penuh dengan tantangan global, sepantasnya kita dapat menyiasati dengan berbagai wawasan global pula, bukan lalu statis tanpa reaksi dan inovatif.

akhir tahun ini DIKNAS Tangerang Selatan meluncurkan bantuan DAK berupa barang yang langsung diterima pihak sekolah dengan beragam alat dan prasarana olah raga dan kesenian. Sudah barang tentu kehadiran barang-barang tersebut memerlukan tangan-tangan kreatif para guru sebagai bagian dari peningkatan kinerja. Bukan menjadi barang penghias ruangan belaka. Mubazir. 

SURAT CINTA
dear my darling.......
hanya kata maaf yang terucap untuk terakhir kali, sekiranya tak sanggup ku menanggung beban ini.
ku harap kau bahagia dengannya. biarkanlah aku melangkah jauh...jauh entah sampai batas pertemuan yang tak menentu.
tak tersadarkan jiwa menerawang jauh ,seketika mengingatmu, walau sakit!
biarlah waktu , menjawab semua, tentang sahabat ,saudara, dan entah apalagi namanya. 
bukannya aku ingin mengungkit masa yang silam, ini hanya sebatas ku tulis sebagai bagian perjalanan hidupku, bahwa kita telah mengenal satu sama lain, tak lebih dari itu.
kuharap engkau tak membenciku karena perpisahan ini. aku berharap kau bahagia dengannya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar